Pemprov Kalteng Gelar Pasar Murah Spesial Ramadan untuk 3.000 Mahasiswa
PALANGKA RAYA, EXISTNEWS.ID β Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar kegiatan Pasar Murah Spesial Ramadan yang ditujukan khusus bagi kalangan mahasiswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Kota Palangka Raya, Rabu (11/03).
Program ini menjadi bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa, khususnya di bulan suci Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan sehari-hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, menyampaikan bahwa sebanyak 3.000 mahasiswa ditargetkan menjadi penerima manfaat dalam kegiatan sosial tersebut.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan kali ini juga menjadi yang pertama menggunakan sistem digital guna memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
βIni kali pertama kita menggunakan sistem digital. Melalui sistem ini, data by name mahasiswa terlihat jelas, termasuk verifikasi status aktif mereka sebagai mahasiswa melalui database yang ada,β ujar Reza Prabowo saat diwawancarai usai kegiatan.

Reza menambahkan, antusiasme mahasiswa terhadap program pasar murah ini sangat tinggi. Bahkan jumlah kehadiran diperkirakan melampaui target awal yang telah ditetapkan.
Untuk mengakomodasi hal tersebut, pihaknya kembali membuka akses pendaftaran melalui aplikasi agar seluruh mahasiswa yang hadir dapat terdata secara baik dalam sistem.
Adapun bantuan pasar murah ini diprioritaskan bagi beberapa kategori mahasiswa, di antaranya penerima Beasiswa Kalteng Berkah melalui program Kuliah Gratis Satu Rumah Satu Sarjana, mahasiswa yang berasal dari wilayah pedalaman, mahasiswa yang tinggal di mes-mes kabupaten di Kota Palangka Raya, serta mahasiswa yang secara ekonomi dinilai membutuhkan bantuan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap semangat berbagi di bulan Ramadan dapat dirasakan langsung oleh generasi muda. Selain itu, program tersebut juga menjadi upaya memastikan tidak ada kendala ekonomi yang menghambat mahasiswa dalam menempuh dan menyelesaikan pendidikan mereka.
















Tinggalkan Balasan